Ananda Rifqia Kinanti, panggil saja Kian!

Selasa, 09 Juni 2015. Karena sudah kepengen bakso dari siang, sore itu selepas maghrib saya berencana makan bakso langganan yang jualan di ujung jalan masuk perumahan. Selepas mandi sore tetiba perut rasanya kenceng buat jalan, padahal perut laper. Akhirnya stater motor & meluncurlah ke ujung gang demi semangkok bakso yg dibungkus. Saat menunggu bakso siap, perut rasanya sudah berat sekali & tidak kuat berdiri, tapi tetap saya paksakan sampai pulang ke rumah dengan selamat. Semangkok bakso pun pindah ke perut. Adzan isya’ berkumandang. Setelah shalat & menelpon bapaknya Kian, saya tiduran sambil nonton tv sampai akhirnya sekitar jam 21:00 wib listrik kompleks padam & saya tidak bisa tidur. Perut mulai tidak nyaman, logika saya karena sambel yang terlalu banyak sehingga saya bolak balik ke kamar mandi. Sampai jam 00:00 wib listrik tak kunjung menyala dan hujan yang hanya lewat tadi sudah lama kering. Akhirnya jam 00:47 wib listrik menyala kembali & saya bisa tertidur. Mau tahu berikutnya? Continue reading

Terimakasih, Loenpia!

16 Juni 2013 memang sudah satu bulan lebih berlalu, tapi rasa haru rasanya masih membekas sekali.

Terimakasih LoenJak, LoenJog, Daeng Ipul, @efahmi, yang sudah berkenan untuk meluangkan waktu, tenaga demi menghadiri acara pernikahan saya dan angki.. Terimakasih tak terhingga untuk semua Loenpia Semarang yang akhirnya bisa ngumpul bareng..

Page1

 

 

Page2

 

 

Page3

 

 

Page4

 

Page5

Terimakasih kalian semua, mwah!

Mas Kawin VS Seserahan

Memilih mas kawin itu gampang-gampang susah. Banyak orang yang asal pilih yang standar saja, seperangkat alat sholat dan emas blablabla. Tetapi apakah semua orang tau apa maknanya?

Sebelum menikah kemarin, ada banyak saran dari orang-orang yang berbaik hati memberikan pendapat dan berbagi pengalaman dengan kami berdua. Barang-barang yang menjadi mas kawin dan seserahan itu ternyata punya makna sendiri, setidaknya menurut adat yang kami berdua anut. Continue reading

Persiapan Acara Nikah

Masih lanjutan postingan sebelumnya, bahasannya tentang pernikahan karena ada banyak hal yang saya pengen bagi meski sudah banyak yang tau ya.. Tapi beberapa teman yang hampir mau akan mendekati persiapan pernikahan ini sedikit “memaksa” saya untuk bercerita. 😀 Semoga berguna untuk yang mau menikah.

Penentuan Tanggal

Awalnya adalah penentuan tanggal, bulan, dan tahun pernikahan tentu saja. Ini bisa diambil secara musyawarah dua keluarga atau satu keluarga saja dengan catatan keluarga yang bersangkutan lainnya menyetujui. Menurut adat yang saya anut, menentukan tanggal pernikahan ini rada ribet, meski semua tanggal, bulan, dan tahun baik. Tapi ada beberapa persyaratan yang harus ditaati. Kedua calon penganten kudu tahu hari pasaran mereka berdua lahir, berikutnya adalah “hari naas” atau hari kematian bapak atau ibu (jika ada) yang sudah meninggal. Biasanya orangtua kita sudah mencatat baik-baik kapan kita lahir, termasuk jam. Kalau bingung, anak yang lahir di atas jam 15.00 atau sesudah ashar, maka dia dihitung masuk ke hari pasaran berikutnya. Ada juga yang mengatakan pergantian hari ini dimulai setelah maghrib. Jika sudah mengetahui tanggal-tanggal tadi, lebih mudah kalau punya kitab betaljemur adammakna (kitab primbon) untuk menghitung sendiri kapan tanggal baik untuk menikah. Sedangkan untuk bulan dan tahun, bisa sekehendak calon penganten atau keluarga karena ini tidak membutuhkan hitungan khusus. Continue reading

Buku Nikah Itu… Ergh!

Buku Nikah

Jadi begini…. Errrrrggghhhh!

Akhirnya terlewati juga masa-masa mengenaskan sebelum pernikahan. Oke, sewajarnya memang menikah pada intinya hanya ijab kabul, tapi kemudian pikiran-pikiran yang membuatnya jadi tidak semudah itu. Masih ada tuh postingan ribetnya blablabla saya sebelum menikah. Lalu kamu stres ngapain?

Oke itu bukan pertanyaan gampang untuk saya jawab. Mulai dari desakan invoice kantor yang berulang tahun serta seluruh blablablanya yang pada akhirnya membuat pengunduran diri saya jadi mundur terus sampai urusan KUA yang tak kunjung selesai. Mau dibahas satu-satu? Oke. Continue reading

H-6

Sudah semakin dekat. Resign sudah. Gangguan pekerjaan lama, beres. Beberapa check list mulai tercentang. Ribut kecil pasti ada, tapi Alhamdulillah nikahnya sama Angki yang stock sabarnya super duper buanyakkk byanget.

Stres? pasti! Bahkan beberapa teman juga mengatakan bahwa tingkatan stres menuju hari H itu semakin parah. Perut yang tadinya aman, mendadak tegang semakin sering intensitasnya. Nangis tetiba karena ini itu belum pun juga sering, kalau yang ini sih urusan si adek yang selalu menemani. Komunikasi ala LDR an pun semakin jarang demi menjaga perdamaian dunia.

Bismillah, lancar menuju hari H.

Lagu Pernikahan

Hai selamat malam,

Lagi bingung nih cari lagu buat acara beberapa minggu ke depan. Ada yang bisa bantu saya menambahkan playlist?

Pilihan saya:

1. Janji Suci – Yovie Nuno. Calon suami saya pernah menyanyikan lagu ini buat saya. Ndak pake wedding proposal segala ala lebayers pastinya.

2. Kisah Romantis – Glenn Fredly. Sejak awal kemunculan lagu ini, saya langsung jatuh hati pada liriknya.

3. Cinta Terakhir – Ari Lasso. Beberapa kali menyanyikan lagu ini, rasanya tenggorokan tercekat dan mbrebes mili.

4. Menikahimu – Kahitna. Saya suka musik+liriknya.

5. Terimakasih Bijaksana – Sheila on 7

6. From This Moment – Shania Twain

7. Thank You For Loving Me – Bon Jovi

8. Karena Kamu Cuma Satu – Naif.

9. Shane Filan – Beautiful in white. Baru nemu di channel youtube nya Fahmi pas acara siraman & midodareni :p

Ayo dong tambahin lagi.. Biar nanti diacara gak ada awkward gegara salah salah lagu, kan gak asik tuh kalo nikahan masak lagunya putus, selingkuh, atau cari jodoh. 😐

Terimakasih ya.. 😀