Menyusuri Batu Secret Zoo

DSC02805-1
Batu Secret Zoo merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Jatim Park 2. Letaknya bersebelahan dengan Museum Satwa, yaitu di jl. Oro-oro ombo no. 9, Kota Wisata Batu. Tempat wisata ini kembali menawarkan 40 wahana terbaru untuk dikunjungi. Mulai dari kebun binatang dengan aneka satwa dari Indonesia dan luar negeri, arena bermain anak hingga dewasa, dan kolam renang. 40 wahana baru yang ditawarkan antara lain naik gajah, animal carousel, water ball, tsunami, animal coaster, horror house, animal bumper car, new safari farm, octopus, dll. Mau tahu lebih banyak lagi? Continue reading

Advertisements

Bingung Milih Tabungan Rencana

nabung

Hyak, saya malam ini sedang bingung klik sana sini mencari info tentang tabungan rencana. Sejak ada Kian dan dana pendidikan makin lama makin tinggi, saya jadi rajin cari info tentang produk bank atau asuransi yang sekiranya cocok dengan kemauan saya. Ada banyak pilihan yang ditawarkan oleh bank, mulai dari tabungan rencana hingga program saving lock dengan low instalment. Beberapa waktu lalu ketika saya mudik, telinga saya dibisikin adek saya untuk membuka program saving lock di bank tempat dia bekerja. Kebetulan program itu menawarkan hadiah smartphone buatan koreya dan produknya steve job. Jadi dengan menanamkan dana tertentu dan menabung rutin tiap bulan selama jangka waktu yang sudah kita tetapkan di awal, kita bisa bawa pulang hadiah tersebut. Mau tahu cerita bank lainnya?  Continue reading

Belajar Mengelola Keuangan Bersama Sun Life Financial Indonesia

Pada hari Minggu, 12 September 2015 lalu di Arthotel diadakan acara Jumpa Blogger Sun Life Bersama Alviko Ibnugroho. Acara seminar bertajuk “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak” ini berlangsung selama kurang lebih 3jam. Masing-masing peserta diberikan satu lembar kertas berisikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab untuk kemudian dikumpulkan sebelum acara seminar dimulai. Isi pertanyaan tersebut salah satunya adalah “Saya sudah kaya, jika?” Continue reading

Ananda Rifqia Kinanti, panggil saja Kian!

Selasa, 09 Juni 2015. Karena sudah kepengen bakso dari siang, sore itu selepas maghrib saya berencana makan bakso langganan yang jualan di ujung jalan masuk perumahan. Selepas mandi sore tetiba perut rasanya kenceng buat jalan, padahal perut laper. Akhirnya stater motor & meluncurlah ke ujung gang demi semangkok bakso yg dibungkus. Saat menunggu bakso siap, perut rasanya sudah berat sekali & tidak kuat berdiri, tapi tetap saya paksakan sampai pulang ke rumah dengan selamat. Semangkok bakso pun pindah ke perut. Adzan isya’ berkumandang. Setelah shalat & menelpon bapaknya Kian, saya tiduran sambil nonton tv sampai akhirnya sekitar jam 21:00 wib listrik kompleks padam & saya tidak bisa tidur. Perut mulai tidak nyaman, logika saya karena sambel yang terlalu banyak sehingga saya bolak balik ke kamar mandi. Sampai jam 00:00 wib listrik tak kunjung menyala dan hujan yang hanya lewat tadi sudah lama kering. Akhirnya jam 00:47 wib listrik menyala kembali & saya bisa tertidur. Mau tahu berikutnya? Continue reading

Mengenal Dunia Lewat Kartu Pos

Kartu pos dari admin @posindonesia

Kartu pos dari admin @posindonesia

Kartu pos dari admin @posindonesia

Kartu pos dari admin @posindonesia

Kegiatan mengirim kartu pos saya dan Angki beberapa waktu lalu mulai membuahkan hasil. Beberapa teman dan kenalan baru mulai memberikan kartu pos balasan. Kartu pos balasan pertama yang kami terima adalah dari admin @posindonesia dengan kartu pos dan prangko spesial edisi 111111.

Awalnya sederhana, Angki hanya memention akun twitter @posindonesia ketika akan mengirim kartu pos dan permintaan untuk dikirimi kartu pos pun membludak seiring twitnya Angki yang di retweet oleh @posindonesia. Berbekal dari kalender kantor yang berbonus kartu pos dan beberapa foto hasil jepretan kami berdua yang kami cetak inilah teman kami bertambah. Teman baru kami melalui kartu pos bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Kanada dan Plainfield, Connecticut USA. Continue reading

Pilih Souvenir Apa?

Berbagai pernak pernik yang berkaitan dengan pernikahan itu terkesan seru dan rada membingungkan, ribet tapi seru. Perihal souvenir misalnya. Beberapa pasangan memilih untuk memadukan antara souvenir, undangan, dan memberikan tema pada pesta pernikahan yang akan diadakan. Tentu saja sedikit ribet untuk memadukannya.

Saya termasuk yang mengalami sedikit kesusahan itu. Bukan dalam memadukan, tetapi dalam hal mencari barangnya. Dari pikiran pertama yang terbersit adalah pembatas buku atau bookmark. Kenapa saya memilih bookmark? Karena saya suka membaca dan saat membaca saya paling sayang kalau halaman buku harus dilipat demi membatasi seberapa jauh halaman yang kita baca. Tentu saja lipatan buku tersebut akan merusak buku, padahal buku adalah aset. Dari pemikiran tersebut, maka saya tanya sana sini, browsing-browsing, dan mengunjungi beberapa toko souvenir. Ternyata tidak semua toko menyediakan pembatas buku ini. Beberapa toko online bahkan menolak dan mengatakan bahwa souvenir semacam itu sudah tidak tren lagi, jadi stock nya sudah tidak tersedia. Pemilihan pembatas buku pun harus melalui seleksi. Beberapa toko yang saya datangi di daerah Asemka menyediakan pembatas buku berbentuk wayang lengkap dengan tangkainya. Hati-hati, tangkainya wayang ini terbuat dari tusuk sate yang cenderung akan melukai halaman buku. Tentu saja ini bukan pilihan yang bagus.

Pilihan saya kemudian berganti ke luggage tag. Sudah pernah lihat pasti ya. Oke luggage tag adalah tanda pengenal yang biasa dipasang di koper atau tas. Ternyata barang ini pun juga sudah susah dicari. Duh! Saat putus asa melanda, akhirnya Pasar Jatinegara lah yang dituju. Nama bekennya Pasar Jatinegara, tapi nama aslinya Pasar Mester. Jangan bilang ke Pasar Mester ya kalau naik taxi, tidak semua sopir taxi tau letak Pasar Mester, katakan Pasar Jatinegara.

Kurang dari 1 jam berkeliling, akhirnya ketemu juga souvenir yang klop dengan undangan. Apa souvenir yang akhirnya saya pilih? Silakan datang sendiri ke acara saya.. :D. Oiya, kalau sudah menentukan satu barang jangan lupa untuk berkeliling dulu demi harga miring, karena harga yang dipatok tiap kios berbeda.

Pesan Moral: Mencari souvenir itu butuh kesabaran. Jangan ragu untuk bertanya pada teman-teman yang punya pengalaman. Jangan ragu untuk terjun ke pasar souvenir. Banyak browsing.

Happy hunting 😀

Perlunya Test Kehamilan Sebelum Menikah

Perjalanan ke kantor Darmawangsa saya pagi ini dengan driver adalah perihal keabsahan status pernikahan orang yang hamil di luar nikah. Saya pernah membaca referensi bahwa wanita yang sedang hamil itu haram untuk dinikahi, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Wanita yang terlanjur hamil, justru menikah untuk menutup aib.

Sebuah referensi mengatakan bahwa: “Haram hukumnya menikahi wanita yang sedang hamil. Seharusnya tunggu dulu sampai dia melahirkan baru dinikahkan.”  Dari statement itu kemudian pembicaraan menjurus pada pengurusan surat-surat di KUA. Saya yang notabene sedang mengurus surat nikah dengan tanggal dan bulan yang sudah terencana rasanya memakan waktu saja, sedangkan tetangga saya yang beberapa bulan lalu juga mengurus surat nikah karena “kecelakaan” cenderung lebih cepat. Oke, lepaskan pembicaraan dari “opnum nakal”. Dari sini muncul pertanyaan besar dibenak saya “Kenapa KUA memberi ijin untuk menikah? Bukannya KUA juga mengerti aturan Islam?”

Kemudian driver saya mengatakan bahwa sebelum menikah itu ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Dari sini kemudian saya beranggapan bahwa KUA seharusnya juga melakukan pemeriksaan apakah wanita yang akan menikah ini dalam keadaan hamil atau belum. Tentu saja ini akan lebih melegakan bagi KUA, secara lebih sesuai dengan aturan dan mungkin juga mengurangi angka perceraian akibat dari “keterpaksaan menikah”. Lalu apakah si lelaki bisa bebas begitu saja? Enggak! Buat aturan yang mengikat si lelaki untuk bertanggung jawab pada si wanita.

Ayo dong! Indonesia mampu kok buat peraturan ini. Tes ini juga menguntungkan buat para wanita. Dear MUI, seandainya terpikirkan hal ini, segera eksekusi dan godok matang undang-undangnya.

Terimakasih

Perihal Menikah, Bagian I

Menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan itu ribet yang menyenangkan. Stres, ribut, bingung rasanya campur aduk. Saya tidak selalu setuju dengan pendapat orang jika saya tidak mengalaminya sendiri. Biar saja orang lain mengatakan “Menikah itu tidak enak, kamu akan terkekang” dan berbagai macam alasan lainnya. Saya memang tidak berpengalaman, tapi saya tidak akan tahu kenyataan kalau saya tidak mencobanya.

Berbagai persiapan dilakukan. Mencari tempat acara, baju, KUA, seserahan, undangan, mahar, dan berbagai ubo rampe lainnya. Semua harus dilakukan sendiri. Oleh karenanya bersyukurlah kalian yang punya orang tua yang riwil soal pernikahan, karena mereka akan membantumu sepenuh hati dan sekuat tenaga mereka. Jika kalian mempersiapkan semuanya sendiri, maka usahakan untuk memisahkan saat kalian bekerja & mempersiapkan pernikahan. Bagi saja waktunya. Pagi-Sore saatnya bekerja dan sore hingga malam untuk mengurus acara pernikahan. Usahakan jangan sampai kacau salah satunya. Resikonya kalian akan kehilangan sedikit konsentrasi. Usahakan untuk fokus.

Setelah tanggal ditentukan, saat itulah keribetan dimulai. Belum lagi ketika kalian harus menyatukan pendapat dari dua keluarga. Ini tidak mudah, temans. Carilah kesepakatan untuk acaranya, usahakan dua keluarga duduk bersama untuk menentukkan hal ini. Jelas saja ini berpengaruh pada jalannya persiapan.

bersambung..