Syarat Akte Kematian

Contoh Akte Kematian

Oke, pentingnya pembuatan Akte Kematian ini sudah lama bergulir dan saya baru mengetahuinya ketika dihadapkan pada syarat Roya, dimana saya harus menyertakan akte kematian. Trus buat apa sih akte kematian itu? Kenapa harus bikin? Dimana bikinnya? Apa syaratnya? Oke, akan saya coba jelaskan.

Fungsi Akte Kematian

Akte kematian ini sebagai ganti dari Surat keterangan kematian yang diterbitkan oleh Kelurahan tempat yang meninggal terdaftar sebagai penduduk. Dahulunya yang berguna adalah surat keterangan kematian, nah saat ini surat keterangan kematian hanya berfungsi sebagai pengantar pembuatan akte kematian. Akte kematian ini akan banyak digunakan apabila yang meninggal adalah orangtua kita, semisal untuk mengurus Roya (pelepasan hak tanggungan), jual beli rumah atas nama almarhum/almarhumah, dll.

Lama pembuatan & biaya

Akte kematian bisa dibuat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Jika anda bingung apa dulu yang harus dilakukan untuk mengurus, maka anda bisa menghubungi petugas informasi di Dukcapil. Nantinya anda akan diberitahu surat apa saja yang dibutuhkan. Untuk lamanya proses, jika syarat sudah lengkap, maka waktu yang dibutuhkan sekitar 3-5 hari. Berapa biayanya? Gratis. Tidak ada jangka waktu tertentu. Semisal meninggal pada tahun 2006, tetap gratis. 

Syarat Akte Kematian

1. Surat Keterangan Kematian (asli)

Surat keterangan kematian ini bisa didapat di kelurahan. Syarat untuk membuatnya hanya membutuhkan surat pengantar dari RT & RW. Jika meninggalnya di rumah, tidak perlu surat keterangan dari rumah sakit. Surat ini nantinya akan diambil oleh Dukcapil. Saran saya sebaiknya fotokopi dan legalisir surat ini sebelum diserahkan ke Dukcapil. Setidaknya anda punya arsip seandainya dibutuhkan untuk mengurus sesuatu yang sekiranya hanya butuh Surat Keterangan Kematian (bukan Akte).

2. Fotokopi KTP yang meninggal

Segera fotokopi sebanyak mungkin KTP yang meninggal untuk diarsipkan, jangan lupa dilegalisir di Dukcapil dengan menyertakan KTP asli. Kenapa harus difotokopi? Karena KTP akan segera ditarik saat anda mengurus KK (KartuKeluarga) baru tanpa nama yang baru saja meninggal. Oiya untuk fotokopi KTP ini tidak perlu yg legalisir, tanpa legalisir pun tak apa.

3. Fotokopi Kartu Keluarga

Nah ini juga tanpa legalisir. Asal Kartu Keluarga yang tertera nama yang meninggal, boleh dilampirkan.

4. Fotokopi KTP & KK pengurus

Sebaiknya yang mengurus Akte Kematian (jika orangtuanya sudah meninggal) adalah anaknya, karena lebih cepat prosesnya. Yang diperlukan adalah KTP & KK pengurus yang sudah dilegalisir.

5. Surat Kuasa

Jika yang datang mengurus akte kematian ke Dukcapil bukan anak atau punya hubungan dekat seperti anak dan orangtua.

6. Mengisi Formulir Pencatatan Kematian

Formulir Pencatatan Kematian

Formulir ini bisa didapat di Dukcapil di bagian informasi atau petugas penjaga nomor antrian. Untuk formulir ini yang perlu diisikan adalah hanya lembar bagian depan dan tanda tangan pelapor di halaman ketiga. Data pelapor pada halaman depan diisikan dengan nama anda sebagai pelapor, kemudian data jenazah, dan tanda tangan pelapor.

8. Surat DPPP V

Surat ini dibutuhkan jika anda kehilangan surat Keterangan Kematian asli. Surat DPPP V ini bisa didapat di kelurahan tempat anda tinggal.

9. Surat Pernyataan

Contoh Surat Pernyataan

Surat penyataan ini perlu disertakan jika ada salah satu surat yang tidak dapat ditunjukkan, misal anda tidak dapat menunjukkan surat Keterangan Kematian asli meski sudah membuat surat DPPP V atau tidak dapat menunjukkan KK & KTP jenazah karena sudah terlanjur ditarik sedang anda tidak punya fotokopinya. Surat pernyataan ini dapat dibuat dengan tulis tangan dengan dibubuhi materai senilai Rp. 6000,00.

Tanda bukti untuk mengambil Akte Kematian

Setelah semua surat lengkap, anda bisa menyerahkannya ke petugas Dukcapil. Langkah berikutnya anda akan mendapat surat untuk mengambil Akte Kematian sekitar 3-5hari kemudian. Jangan lupa legalisir akte kematian setelah akte jadi.

Ada baiknya pengurusan Akte Kematian ini dilakukan tak lama setelah jenazah dimakamkan, sehingga identitas jenazah masih lengkap dan tidak menyulitkan saat proses pengurusan. Oiya saat anda bertanya pada petugas informasi, maka anda akan dibantu surat mana saja yang dibutuhkan untuk melengkapi proses pencatatan kematian. Jika ketiga syaratnya lengkap, maka anda hanya perlu menyertakan 3 surat (Surat Keterangan Kematian Asli, KTP, & KK jenazah) serta Formulir Pencatatan Kematian dari Dukcapil. Namun saat akan menyerahkan surat tersebut, anda akan diminta KTP & KK anda sebagai pengurus (pelapor). Harap bersabar menghadapi prosesnya & tetap semangat! ;D

Berikut infografisnya..

Terimakasih Daeng Ipul untuk infografisnya 😀

😀

One thought on “Syarat Akte Kematian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s