Pengalaman Perjalanan 9bulan

hamil

Pengalaman melahirkan satu ibu dengan ibu lain pasti berbeda, ya deg-degannya, galau inainu, takut, cemas, dan lain-lain. Mulai dari semester pertama yang mual (kadang muntah), tetiba anti terhadap sesuatu, males makan, eneg, males mau ngapa-ngapain, dan banyak lagi; lalu masuk semester kedua mulai nyaman makan banyak hingga berat badan naik banyak; dan masuk ke semester terakhir dimana kondisi sudah harus dipersiapkan untuk melakukan kelahiran. Saya kepengen berbagi pengalaman saat hamil Kian. Apa saja sih yang perlu dipersiapkan menjelang kelahiran? Mau tahu?

Pada semester pertama (1-3bulan), Saya mengalami mual dan eneg kalau bau masakan. Bahkan makanan kesukaan saya (terang bulan) pun saya tidak mau makan sama sekali karena saya eneg dengan bau adonannya. Padahal saat itu suami saya lagi semangat bikin terang bulan & pancake sendiri. Lalu saya juga paling benci bau masakan, pokoknya tersiksa sekali dengan segala bau masakan. Sialnya bau nasi yang dimasak di rice cooker pun saya tidak tahan. Oiya menjelang usia kehamilan 4 bulan, saya sempat terpeleset gegara genangan air di dapur. Saya yang sendirian di rumah saat itu bahkan lupa kalau sedang hamil. Alhamdulillah semua aman.

Masuk ke semester kedua, Saya mulai doyan makan. Apalagi saat itu saya memilih pulang ke Semarang gegara pada akhir semester pertama di tempat saya tinggal saat itu setiap pagi seperti bau cat yang menyengat. Betapa tersiksanya saya saat itu, nangis dan kepengen pulang sampai akhirnya pesen tiket kereta sendiri tapi tidak diijinkan pulang sendirian. Nah pada semester kedua ini saya muntah saat sikat gigi. Rasa eneg dengan makanan masih ada tapi sudah berkurang. Perut saya hanya protes ketika saya lapar dan itu terjadi hampir setiap jam. Selama kehamilan pun saya tidak merasakan ngidam apapun. Kalau kepengen pun masih bisa ditahan, tidak harus yang saat itu juga harus dituruti. Anehnya, pada semester ini berat badan saya tidak naik banyak dari sebelum hamil. Sebenarnya itu bukan kondisi bagus meskipun berat badan bayi saya tetap naik. Perut pun belum terlihat sedang hamil sampai usia kehamilan menginjak 7bulan.

Sampailah pada semester ketiga. Pada awal semester ini rasanya benar-benar nyaman. Mual sudah hilang, gosok gigi pun sudah nyaman, tapi masalah lain datang. Ketika menginak usia kehamilan 8bulan, kaki yang tadinya nyaman buat jalan tetiba mengandut ketika kecapekan. Ini diakibatkan darah saya mengandung garam. Untuk berjalan di dalam rumah pun saya kecapekan. Pada usia kehamilan ini saya mulai beraktifitas normal. Seminggu sebelum melahirkan pun saya masih sempat ambil pesanan teman kemudian mengantarkan ke tempat pemesan dengan naik motor sendirian. Perut memang semakin berat, badan & kaki cepat capek, dan makan pun nyaman.

Dari sejak awal kehamilan saya selalu rutin datang dan konsultasi ke dokter. Jadwal konsultasi dan usg setiap 1kali sebulan juga lancar. Kondisi bayi dan berat badannya juga selalu terpantau. Obgyn saya sejak awal kehamilan selalu mengingatkan saya untuk minum susu untuk ibu hamil. Kenapa harus susu ibu hamil? Karena ibu hamil itu perlu asupan tambahan yang ada di susu ibu hamil. Apa bedanya dengan susu biasa? Kandungannya. Ibu hamil butuh asupan salah satunya asam folat banyak yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan sebagainya dalam pembentukan janin. Asupan itu juga perlu ditambah dengan konsumsi buah-buahan, seperti pisang, alpukat, dll. Bukankah obat dari dokter juga ada yang mengandung asam folat? Iya, tapi kebutuhannya masih kurang. Masalah banyak ibu adalah eneg dengan susu. Saya pun mengalami hal yang sama. Dari sejak kecil saya memang pilah-pilih soal susu. Saya tidak terbiasa dengan susu formula, hingga saya hanya bisa minum susu Milo & Ovaltine. Lalu solusi untuk ibu hamil yang eneg dengan susu adalah datanglah ke supermarket besar dimana mbak SPG banyak berlalu lalang dengan sejuta rayuan gombal dan tester untuk dicicipi. Cicipilah aneka susu ibu hamil itu sampai sekiranya anda cocok. Saran saya, jika anda terbiasa minum kopi, maka pilihlah susu ibu hamil yang beraroma kopi. Emang ada? Ada kok! Beli yang ukuran kecil dulu. Jika sehari dua hari sampai seminggu cocok, barulah beli yang ukuran besar. Murah atau mahal bukan patokan bahwa susu itu cocok untuk anda. Oiya susu ibu hamil juga boleh dikonsumsi dengan es lho.

Sejak awal kehamilan saya juga selalu memisahkan antara es dan gula. Jika saya kepengen es teh, maka saya akan pesan es teh tawar. Jadi mitos bahwa ibu hamil tidak boleh minum es itu anda bisa gunakan solusi dari saya tadi. Obgyn saya pun tidak tidak melarang saa makan & minum apapun. Hanya di semester pertama saya dilarang makan nanas muda. Untuk kopi juga saya tidak dilarang, asalkan kopi yang saya konsumsi adalah white coffee. Kalaupun selain white coffee, ada takaran yang ditentukan baru saya boleh mengkonsumsi. Sayangnya saya tidak pernah menanyakan takaran hingga saat lahiran. Saya memilih untuk mengganti kopi dengan susu ibu hamil rasa kopi.

Menginjak 7 bulan, karena saya memilih melahirkan di Semarang, maka saya berganti obgyn. Obgyn saya berikutnya melarang saya mengkonsumsi minuman yang mengandung pengawet, seperti minum teh kemasan, jus kemasan, dll. Saya dianjurkan untuk banyak bergerak, tapi jangan terlalu capek. Biasanya berat badan akan naik drastis pada semester ini. Kunjungan ke obgyn yang sebulan sekali, jadi lebih sering. Lakukan senam hamil. Gerakan senam sangat membantu anda dalam proses kontraksi.

Saking nyamannya pada usia kehamilan semester kedua hingga terakhir, saya sampai lupa mempersiapkan segala sesuatunya untuk Kian kecil. Bahkan saya tidak pernah kepikiran kalau melahirkan normal itu sakitnya masyaAllah, kontraksi itu sakitnya 5x lipat dari sakit haid, tekanan darah pun harus normal saat melahirkan normal. Semua itu baru kepikiran ketika saya sudah sampai rumah sakit dan membayangkan melahirkan normal itu butuh perjuangan berat.

Untuk persiapan barang apa saja yang saya siapkan, tunggu update saya selanjutnya yaa.. 😀

Gambar dipinjam dari sini.

 

Advertisements

5 thoughts on “Pengalaman Perjalanan 9bulan

  1. Aq udh lupa ama rasanya nyeri haid.. dan juga kontraksi. Waktu itu kebetulan pas masuk angin. Jadilah hoak hoek yang membuat bukaan semakin besar.

    Yg aku inget ttg kontraksi adalah: mulas tak berujung semacam bedegelen xD

    Tapi ya, katanya bojoku.. tingkat endurance-ku thd rasa sakit itu luar biasa jadi masih bisa cengangas cengenges. Beda ama orang lain yang mungkin sudah teriak2 dan nyerah akhirnya memutuskan sesar.

    Jujur, dari semua rangkaian “sakit” itu, aq gk merasa sakit ketika proses melahirkan. Namun ketika dijahit. Mentolo pengen ngaplok bidane ^_^;;

    Awesome experience. Aq kangen, tapi gk mau hamil dulu dlm dekat ini hahaha. Thx for sharing..

      • Iyo, alhamdulillah.. padahal kalo haid dulu ampe tepar gak isok lapo2. Mbayangno kontraksi yg katanya 10xnya nyeri haid itu, ngeri dewe. Lha kok ternyata aq kuat. Rahasia Illahi itu.

        Tapi emang, masing2 orang tingkat ketahanannya beda2. Aq pernah diingetin pak bojo “iya kamu kuat nahan sakit. Orang lain lom tentu”.

        Yg penting sekarang adalah, ngeramut si anak.. itu lebih berwarna daripada sakitnya kontraksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s