Pentingnya Air Bagi Kehidupan

Pada suatu ketika, Saya pernah membaca artikel yang diterbitkan oleh kantor tempat saya bekerja dulu. Judul artikel tersebut adalah “Sungai Citarum berbahaya bagi ginjal”. Kekhawatiran saya tentu saja bukan karena Sungai Citarumnya, tetapi kenyataan bahwa Sungai tempat saya tinggal juga hampir sama kotornya dengan Citarum. Pada acara kunjungan ke Pabrik Aqua di Pandaan bulan Juli lalu diperlihatkan gambar betapa kotornya sungai yang juga menjadi “tulang punggung” kehidupan masyarakat Surabaya. Dalam artikel yang saya sebut di atas dikatakan bahwa penyebab utama penyakit ginjal begitu mengancam masyarakat yang mengkonsumsi air dari Sungai Citarum adalah limbah dari PT. Gistex. Namun menurut opini saya, hal ini bisa saja menimpa semua orang yang mengkonsumsi air dari Sungai mana saja.

Limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan berbagai hal yang menyebabkan kotornya sungai perlu perhatian khusus dari semua kalangan, bukan hanya pemerintah atau instansi terkait. Sebagai contoh adalah Sungai Citarum. KemenPU bergabung dengan beberapa kementrian bersatu dalam sebuah proyek bertema “Pulihkan Citarum”. Fungsi utama dari kegiatan tersebut tentu saja agar masyarakat sekitar lebih bisa menjaga kebersihan sungai dan memanfaatkannya untuk kegiatan yang positif.

Berita banjir yang masih juga menjadi masalah utama beberapa kota besar di Indonesia juga berpusat pada meluapkan air Sungai. Sebaliknya dengan kekeringan yang menyebabkan sungai kering di musim kemarau. Kurang pekanya masyarakat dalam memanfaatkan air sungai untuk memperpanjang kehidupan justru akan menjadi bumerang dikemudian hari. Bayangkan jika pompa PDAM tidak mampu menarik air dari sungai untuk diolah. Otomatis pasokan air bersih ke rumah-rumah menjadi surut. Hasilnya adalah protes masyarakat atau surat pembaca yang menyalahkan PDAM. Begitu juga jika air meluap dan pompa PDAM bercampur lumpur, maka air yang sampai ke masyarakat melalui pipa juga air kotor. Masalah ini masih menjadi topik utama PDAM di kota besar di Indonesia.

Lalu apa yang bisa kita lakukan bersama untuk mencegah langkanya air bersih di masa datang? Semua hal baik bisa berasal dari diri kita sendiri. Belajar untuk tidak membuang sampah di Sungai. Semudah itu? Teorinya, iya. Prakteknya, belum. Masih banyak sampah yang menumpuk dipintu air.

Dari penjelasan narasumber yang hadir saat acara NgaBLOGburit di Pabrik Aqua di Pandaan beberapa waktu lalu, ada beberapa lembaga yang masih peduli dengan kebersihan sungai. Mereka mengadakan kegiatan rutin pembersihan sungai, utamanya sungai Brantas.

Aqua pun punya cara sendiri untuk menjaga keberlangsungan air bersih. Perusahaan ini mempunyai beberapa kegiatan CSR yang melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik. Beberapa contohnya adalah Pembuatan 221 titik sumur resapan di Daerah AIiran Sungai (DAS) Sungan Kedung Larangan dan Puspo, penanaman 70.000 batang tanaman kopi di desa Jatiarjo, Dayurejo, Ledug, dan Pecalukan, penyediaan air bersih bagi 202 KK di desa Karang Jati, Dusun Jatianom, Pandaan, serta masih banyak lagi kegiatan lainnya.

Upaya pelestarian air dan lingkungan yang melibatkan masyarakat sekitar, secara tidak langsung juga mengajak kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih. Jika hal ini tidak dapat dilestarikan, bisa dipastikan kehidupan tidak akan berlangsung lama. Semua makhluk hidup bergantung pada air dan manusia yang diciptakan sempurna seharusnya yang bertugas menjaga keberlangsungannya. Itulah sebabnya bersama kita jaga air dan kehidupan, untuk Indonesia yang lebih sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s