Awal Cerita..

Sering kali kami berdua dihadapkan pada pertanyaan dari daerah mana kami berdua berasal. Ketika kami menjawab, si penanya pasti langsung menebak dari mana kiranya kami berdua bertemu “Satu tempat kerja ya?” atau “Sama-sama bekerja di Surabaya ya?”. Saat kami menjawab “tidak”, kemudian tuduhan berikutnya adalah “Aaahh pasti dari facebook kan”. Mereka baru menyerah ketika kami sebut “dari komunitas blogger” dan kalimat pasrah yang terucap berikutnya adalah “Ya namanya juga sudah jodoh ya” atau bahkan “hah? Blogger itu apa sih?”.

Januari 2009, ajakan kopdar di burjo muncul dimilis Loenpia yang di share Mas Didut. Katanya ada tamu dari Surabaya yang mampir di Semarang. Di milis memang mas Didut tidak menyebut Angki, tapi balasan berikutnya Pepeng langsung tanya “blognya Angky apa?”. Mbuh maksudnya Pepeng apa, pokoknya malam itu Loenpia kopdar di Burjo Singosari Semarang.

Ini email ajakannya Mas Didut dan dari sinilah cerita di mulai

Ini email ajakannya Mas Didut dan dari sinilah cerita di mulai

Tanggal 8 Januari 2009 muncul tag di facebook untuk sebuah bukti foto kopdar di burjo. Tak berapa lama kemudian “Raden Mas Angkibukaningrat want to be your friend”, klik “confirm” dan bertemanlah kami.

Tidak ada kejadian istimewa setelah pertemuan dan pertemanan di FB itu sampai tahun berjalan menunjuk tahun 2011 dan terciptalah Ro_lin (Radio Loenpia). Ro_lin adalah radio komunitas hasil kreativitas toekang Loenpia dimana yang bisa siaran atau putar playlist juga para toekang Loenpia yang mau, selo, dan benwit melimpah.

Karena seringnya Pepeng yang saat itu masih aktif siaran harus memutuskan siaran tiba-tiba karena kerjaan, maka dia memberikan saya kesempatan untuk siaran. Pendengar siaran Pepeng yang banyak itu sering kali tidak terima kalau siarannya mendadak mati, jadilah saya yang sering berkesempatan menyambung siarannya. Memang dari awal hingga sekarang saya hanya memutar playlist di mp3 saya, namun Alhamdulillah ada saja yang request dan mendengarkan. Hingga akhirnya muncul teriakan dari yang sering request untuk mendengar suara saya. Yang paling gencar salah satunya Angki. Hampir setiap hari request via twitter lama-lama jadi merembet ke ranah twitter pribadi. Tapi tetap saja permintaan “bersuara” itu saya tolak, lha saya kan putar playlist sambil kerja di kantor. Kalau tiba-tiba saya ngomong bla-bla-bla bisa dipecat karena bikin ribut ruangan.

Seringnya mention dan main samber di twitter hingga suatu saat sebuah postingan salah paham di twitter yang berakibat saling tukar no hp dan telepon, akhirnya berlanjut ke whatsapp. Apa yang kemudian mempertemukan kami kembali? Tiket promo Citilink & cerita delaynya Eva dari CGK-SUB.

Jujur saja, saat Eva cerita pesawatnya menuju Surabaya delay 9jam, saat itu juga saya penasaran dengan Surabaya. Tidak ada hubungannya memang hihihihi. Tapi itulah awal ketertarikan saya.

Cek-cek website citilink dan membandingkan dengan promo maskapai lain, akhirnya terbeli lah tiket tanggal 1 September 2012. Semudah itu? Tidak! Beberapa kali niat beli tiket tapi atm BCA di Wisma Bakrie 2 gangguan saat pembayaran, batallah rencana awal. Sampai saat promo itu datang kembali dan setelah ngobrol-ngobrol dengan Eva, akhirnya tereksekusilah tiket. Tiket sudah ditangan, Angki bersedia mencarikan penginapan, dan siap mengantar jalan-jalan Surabaya. Berangkatttttt!

2 hari keliling Surabaya dan tibalah saat perpisahan. Di ruang tunggu terminal keberangkatan International Bandara Juanda yang merupakan pintu masuk penumpang pesawat Garuda Indonesia, Angki mengucap selamat jalan sambil mengucap “Tunggu kabar baik dariku ya”. Entah apa maksudnya sampai pada Idul Adha tahun 2012, Angki datang ke Semarang dan berkenalan dengan keluarga saya. Tanggapan dari Om, tante, adek-adek positif dan gantian saya bertamu ke rumah kakaknya di Surabaya yang kebetulan mamanya sedang ada di sana.

Waktu berjalan, entah tanggal berapa kami memutuskan untuk pacaran dan pertemuan kedua keluarga terjadi, menikahlah kami.

Sampai detik ini rasanya masih takjub dengan semua yang terjadi. Loenpia, Mas Didut, Pepeng, Ro_lin, Jakarta, Citilink, dan Eva. Tak terasa sudah 5 tahun juga ada bersama Loenpia. Bahagia melihat LoenJak, LoenJog, Daeng Ipul (toekang Loenpia dari Makassar), dan Loenpia pusat berkumpul di acara pernikahan kami bulan Juni lalu. Ini sebuah kehormatan buat saya bisa melihat teman-teman meluangkan waktu dan berkumpul di acara kami. Loenpia bukan sekedar milis buat saya, tapi juga keluarga. Se

Terimakasih Loenpia, Terimakasih Ro_lin!

Selamat ulangtahun Loenpia ke-8! Semoga selalu guyup. Mwah!

Advertisements

7 thoughts on “Awal Cerita..

  1. Pingback: #Loenpia8, wis sewindu nDa! | Loenpia dot net | Komunitas Blogger Semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s