Museum Tugu Pahlawan

Museum dari depan

Museum dari depan

Masih bersambung dari postingan jalan-jalan lalu, kali ini pembahasannya fokus ke Museum yang ada di Tugu Pahlawan. Museum Tugu Pahlawan ini letaknya masih satu komplek dengan Tugu Pahlawan. Jika kita masuk dari pintu depan Tugu, maka museum ini terletak di belakang Tugu. Museum ini buka dari Selasa-Jumat pada pukul 07.00-15.00 wib, sedangkan hari Sabtu dan Minggu dari jam 07.00-12.00 wib. Tiket untuk masuk ke museum adalah Rp. 5.000,00, sedangkan untuk masuk ke lapangannya saja tidak dipungut biaya atau gratis.

Merdeka atau Mati!

Merdeka atau Mati!

Museum yang diresmikan pada 19 Februari 2000 oleh Presiden K.H Abdurrahman Wahid ini dibangun untuk mengenang jasa arek-arek Suroboyo yang gugur pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di museum berbentuk piramida inilah dulu banyak pahlawan tak dikenal gugur.

Museum ini letaknya di bawah, jadi untuk mencapainya kita bisa melewati tangga lebih dulu baru pintu masuk. Begitu masuk ke dalam museum, dari sebelah kanan akan terdengar orasi Bung Tomo yang diperdengarkan dan diputar berulang. Bila ingin mengetahui lebih jelas isi pidato, ada kertas yang bertuliskan isi pidato tersebut dan sudah tersedia pula dalam 2 bahasa. Bergeser ke tengah, pandangan kita ada pada pahatan pejuang yang berjatuhan  dengan tulisan di atasnya “Merdeka atau mati”.

Tempat diperdengarkan orasi Bung Tomo

Tempat diperdengarkan orasi Bung Tomo

Di sisi bagian lain lantai 1, ada theater yang menampilkan film perjuangan arek-arek Suroboyo melawan tentara Belanda & Inggris dengan durasi sekitar 30menit. Di bawah layar diorama, seharusnya ada lampu led yang menyala menerangi peta di bawah layar sebagai penunjuk arah pergerakan pertempuran. Namun sayangnya saat saya mengunjungi museum ini, diorama gerak atau theater ini sedang dalam perbaikan.

Diorama gerak atau Theater

Diorama gerak atau Theater

Beranjak ke lantai 2, senjata-senjata yang pernah digunakan untuk perang tersimpan rapi di lantai ini. Bahkan koleksi pribadi milik Bung Tomo pun tertata di dalam almari kaca. Ada 2 ruang di lantai 2 ini yang khusus untuk diorama statis.

Radio milik Bung Tomo

Radio milik Bung Tomo

Salah satu diorama statis

Salah satu diorama statis

Minggu pagi itu, ada senyum bangga saya pada orang tua yang mengajak anak-anak mengunjungi museum. Bahkan banyak anak-anak muda seusia SMP & SMA yang sengaja berkunjung. Kebanggaan saya tertuju pada semangat masyarakat ini yang rela meluangkan waktu hari Minggu paginya untuk mengenang pahlawan yang gugur demi mempertahankan kemerdekaan.

Kalau mereka saja mau, sementara kalian?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s