Wisata Sejarah Surabaya Sambil Naik Bus Surabaya Heritage Track

Surabaya Heritage Track Bus

Surabaya Heritage Track Bus

Masih ingat postingan terakhir saya tentang Wisata Museum Rokok Surabaya? Nah, postingan kali ini masih ada sedikit kaitannya dengan postingan minggu lalu. Kali ini saya, angki, Vicky, dan Fahmi jalan-jalan sejarah Surabaya dengan bus unik yang terparkir manis di depan “a Café” House of Sampoerna.

Setelah reservasi melalui email pada hari senin lalu, akhirnya kami berhasil naik bus yang bentuknya unik ini. Ada 3 tahap pemberangkatan bus, untuk weekend:

  1. Jam 09.00 wib dengan rute: Balai Pemuda, Balaikota, dan De Javesche Bank
  2. Jam 13.00 wib dengan rute: Tugu Pahlawan, GNI (Gedung Nasional Indonesia), dan PTPN XI.
  3. Jam 15.00 wib dengan rute: Eks Keraton Surabaya, Balaikota, dan Cak Durasim.

Sedangkan untuk jadwal bus weekdays:

  1. Jam 09.00 wib dengan rute: Tugu Pahlawan dan PTPN XI
  2. Jam 13.00 wib dengan rute: Klenteng Hokan Kiong dan Escompto Bank
  3. Jam 15.00 wib dengan rute: Kantor pos Kebon rojo, Gereja Kepanjen, dan De Javesche Bank.

Untuk reservasi hanya berbatas 10 seat saja, selebihnya disediakan untuk walk in.

Ini informasi tentang keberangkatan dan rute

Ini informasi tentang keberangkatan dan rute

Selama hampir 1,5jam, kita dibawa ke tempat tujuan sambil dipandu seorang pemandu yang bercerita mengenai sejarah singkat gedung yang akan kita kunjungi ataupun gedung bersejarah yang kita lewati. Pemandu ini menjelaskan dalam 2 bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jadi jika anda ingin berkelilingan dengan mengajak wisatawan manca tidak perlu khawatir.

Kami berempat memilih tour dijam kedua weekend. Kami berkumpul di House of Sampoerna, karena memang bus ini start di sini. Pukul 13.00 wib, bus meninggalkan HoS menuju ke Tugu Pahlawan. Sepanjang perjalanan menuju Tugu Pahlawan, kami ditunjukkan banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjuangan arek Suroboyo tempo dulu.

Gedung Cerutu

Gedung Cerutu

Tak seberapa lama berjalan, bus berhenti sejenak di depan Gedung Cerutu. Gedung Cerutu adalah gedung yang bentuknya menyerupai cerutu. Gedung ini dahulu adalah kantor perusahaan gula yang dibangun pada tahun 1916.  Di depannya ada Gedung Internatio. Gedung ini menjadi saksi tewasnya Mallaby.

Bus kembali berjalan perlahan menuju Tugu Pahlawan. Di sepanjang Jl. Veteran, banyak gedung tua bersejarah yang sekarang digunakan sebagai kantor.

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan.

Bus berhenti di Tugu Pahlawan dan kami pun dipersilakan turun. Tugu Pahlawan dibangun guna memperingati peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan Belanda yang kembali ingin menduduki Indonesia. Banyak yang tewas di tempat ini. Bahkan di tempat ini ada makam mereka para pahlawan tak dikenal saat gugur dalam pertempuran. Di Tugu ini ada museum yang bisa dikunjungi dengan membayar HTM Rp. 5.000,00. Namun tidak termasuk dalam rangkaian tour Surabaya Heritage Track. Oiya, dari Tugu Pahlawan ini jika kita berada di depan tugu dan menghadap ke arah kanan, ada gedung yang terkenal sekali di lembaran buku-buku sejarah dan LKS. Entah apa nama gedungnya tapi gedung itu dipakai sebagai Kantor Gubernur Jawa Timur.

Gedung yang Jadi kantor Gubernur Jatim ini sering ada di LKS

Gedung yang Jadi kantor Gubernur Jatim ini sering ada di LKS ~ Foto dari @efahmi

Setelah mengitari Tugu Pahlawan sekitar 30-45menit an, kami kembali ke bus. Bus kembali berjalan menuju lokasi berikutnya, GNI atau Gedung Nasional Indonesia.

Gedung Nasional Indonesia.

Tugu mini di GNI

Tugu mini di GNI

Tak ada yang istimewa dari bangunan gedung ini, sekilas hanya tampak seperti aula tempat berkumpul banyak orang. Gedung yang berdiri sejak jaman Belanda ini dahulunya adalah tempat berkumpulnya pemuda Indonesia hingga menjadi Pusat Pergerakan Nasional dan pada tanggal 25-27 Agustus 1945 terbentuklan Komite Nasional Indonesia dan BKR.

Di bagian belakang gedung ini terdapat makam Dr. Soetomo yang dijaga oleh salah satu anak dari muridnya. Jika ingin mengetahui sejarah Dr. Soetomo, bertanyalah pada Ibu Murni. Beliaulah yang menjaga makam, bahkan mungkin anda juga bisa mendapat berlembar-lembar fotocopy an berisi riwayat Dr. Soetomo. Di sebelah GNI ini ada kantor penerbit tabloid Penyebar Semangat. Kalau belum tahu tabloid apa itu, coba tanya bapak atau mbah kalian.

Hanya 15-20 menit saja kami berada di sana hingga kemudian bus kembali berjalan menuju PTPN XI.

PTPN XI.

Gedung PTPN XI

Gedung PTPN XI

Sekilas gedung ini menyerupai Lawang Sewu Semarang. PTPN XI ini merupakan gedung peninggalan HVA yang dibangun pada tahun 1924. Kantor ini telah beroperasi sejak kolonial Hindia Belanda. Di dalam gedung ini, ada pemerintahan beberapa kota, diantaranya lambang pemerintahan Surabaya dan Semarang jaman dulu. Ada juga kursi yang mempunyai 3 simbol berbeda ditiap sandarannya.

Gedung PTPN XI ini terdiri dari 2 gedung yang bentuknya hampir. Gedung lama terletak di depan dan gedung baru di belakang gedung lama. Jika kita cermati keduanya, gedung lama terlihat lebih kokoh dari gedung baru, baik pada bangunan maupun kusennya.

20 menit berada di tempat ini dan bus kembali berjalan. Tour telah berakhir dan kami kembali ke House of Sampoerna lagi.

Ada banyak pengetahuan yang saya dapat setelah tour sejarah ini. Saya jadi semakin penasaran untuk mengunjugi Museum yang ada di Tugu Pahlawan. Tapi nanti ya, menunggu nyali saya terkumpul dan saya berhasil menghimpun banyak teman untuk ke sana.

Silakan mencoba mengikuti tour dan sampai jumpa dijalan-jalan berikutnya 😀

Tiket dan name tag untuk dipakai selama tour

Tiket dan name tag untuk dipakai selama tour

Salah satu bangunan tua yang digunakan sebagai kantor. Hei ada Jam di atasnya

Salah satu bangunan tua yang digunakan sebagai kantor. Hei ada Jam di atasnya

Di bawah monumen itu ada makam para pahlawan tak dikenal. Tugu Pahlawan

Di bawah monumen itu ada makam para pahlawan tak dikenal. Tugu Pahlawan

Salah satu sudut gedung PTPN XI

Salah satu sudut gedung PTPN XI

Prasasti di tembok depan bagian dalam GNI

Prasasti di tembok depan bagian dalam GNI

Advertisements

18 thoughts on “Wisata Sejarah Surabaya Sambil Naik Bus Surabaya Heritage Track

    • Hehehe Aku malah belum nemu atau belum dibawa ke wisata alam di Surabaya ini.. Baru ke Batu Malang. Mungkin nanti pas mudik ke Jember aku pengen ke Papuma sama Bentaralit. Ayo jalan-jalan naik bus itu 😀

    • Kalau kemarin-kemarin Daeng ke Surabaya gak diajak jalan-jalan, itu salahkan Angki 😀
      Tapi sekarang, ayok! Aku siap ngajak jalan-jalan kalo pas Daeng ke Surabaya

  1. Pingback: 4 Kota di Indonesia Ini Punya Bus Wisata - Travelmate Kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s