Labirin Rasa, Ini Tentang Rasa yang Tak Terduga

Page6

Apa rasanya jatuh cinta pada seorang yang tak pernah kita duga? Dia yang berucap cinta, sayang, kangen, justru yang paling tega berkhianat.

“Beri ruang untuk hati temukan cintanya.”

Kayla, gadis tomboi yang hobi bertualang. Cinta pertamanya tertambat pada seorang Ruben, lelaki yang Ia kenal di kereta api saat perjalanan dari Jakarta ke Yogya. Hatinya dipermainkan oleh kekuatan cintanya pada Ruben. Berulang kali mencoba melupakan, tetap saja jatuh saat bertemu Ruben. Bahkan saat penampilannya berubah menjadi sosok wanita dewasa yang harus berpenampilan rapi demi kariernya pun hatinya selalu kalah pada tatapan Ruben. Namun semua berubah ketika Ruben berkhianat dengan sahabat Kayla sendiri. Lalu siapa yang menjadi Pengeran Fajar Kayla, seperti ramalan Kakeknya? Benarkan hasil ramalan Kakek Kayla? Coba anda datang ke toko buku terdekat dan temukan novel Labirin Rasa.

logo-smartfren-anti-lelet-live-smart

Jatuh cinta dan patah hati berkali-kali untuk kemudian bersandar dan menikah dengan seorang yang tepat sepertinya menjadi benang merah dari cerita ini. Ketakterdugaan cinta inilah yang justru datang disaat yang tepat. Berharap banyak pada tutur kata manis saja justru akan membuat cinta itu terluka.

Kayla, sewaktu membaca novel ini yang terbayang adalah sosok mbak Eka. Entah mengapa saya berpikir demikian, padahal saya hanya bertemu Mbak Eka sekali. Menurut saya, Mbak Eka menulis novel ini sepenuh hatinya sehingga pembaca seakan terbawa larut dalam cerita. Latar belakang novel pun diceritakan detail. Tak heran detail latar terjadi, jika kemudian anda melirik blog mbak Eka. Hobi jalan-jalannya mengunjungi banyak kota dan negara tertuang apik dinovel pertamanya ini. Ada beberapa tempat yang akan membuat kita penasaran dan ingin mengunjunginya karena deskripsi mbak Eka yang detail.

Seperti halnya tiada sempurna yang terjadi, begitu juga dengan novel ini. Saya sempat mencatat beberapa typo yang terjadi di dalamnya.

  • Pada halaman 256 di alenia terakhir: Seharusnya tertulis Ruben, namun yang tertulis Patar. Begitu juga dengan halaman 388: seharusnya Patar, tetapi tertulis Ruben.
  • Pada halaman 5, terjadi ketidak konsistenan dalam penyebutan diri. Entah “Aku” atau “gue” yang akan dipakai.
  • Pada halaman 353, seharusnya terdapat tanda penutup cerita, seperti halnya dihalaman 372. Sehingga jelas bedanya saat cerita terbawa alur maju dan mundur.
  • Alur yang melompat-lompat di dua bab terakhir cenderung merusak kesakralan cerita. Dalam hal ini adalah alur mundur yang dikisahkan Kayla. Menurut saya, lebih indah jika cerita ini ada menjadi bab sendiri sebelum kisah di dua bab terakhir.

Secara keseluruhan, saya suka cerita ini. Bahkan saya merekomendasikan kalian untuk membaca dan memiliki novel ini. Bersiaplah untuk menikmati labirin rasa yang dirasakan Kayla, setelah novel ini ada ditanganmu.

Ketika cinta hadir dan dekat padamu, nikmatilah. Ungkapan rasa yang ada. Namun ketika cinta tersebut menjadi sebuah labirin, pilihannya adalah dekap atau lepaskan gejolaknya.

Saya membacanya berhari-hari, karena saya menikmati sensasi membaca pelan sembari menikmati ceritanya. Kalau kamu sudah membacanya? Kalau belum, segera baca! Mumpung ada “Lomba book review Labirin Rasa”. Ikuti caranya di sini ya.

Selamat membaca 😀

Advertisements

One thought on “Labirin Rasa, Ini Tentang Rasa yang Tak Terduga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s