Mas Kawin VS Seserahan

Memilih mas kawin itu gampang-gampang susah. Banyak orang yang asal pilih yang standar saja, seperangkat alat sholat dan emas blablabla. Tetapi apakah semua orang tau apa maknanya?

Sebelum menikah kemarin, ada banyak saran dari orang-orang yang berbaik hati memberikan pendapat dan berbagi pengalaman dengan kami berdua. Barang-barang yang menjadi mas kawin dan seserahan itu ternyata punya makna sendiri, setidaknya menurut adat yang kami berdua anut.

Ada makna yang terkandung dari pemberian mas kawin dari penganten pria ke wanita. Apabila si penganten pria memberikan seperangkat alat sholat & Al-qur’an, maka yang si pria harus menjaga benar sholat dan mengajinya si penganten wanita. Jika si wanita lalai 1 sholat saja, maka si pria juga berdosa dan lebih berat. Apa yang sudah diberikan si pria ke wanita sebagai mas kawin adalah hak si wanita sepenuhnya. Seandainya yang diberikan adalah barang, maka si pria tidak boleh ikut menikmati/meminjam/memakai barang tersebut. Andai itu uang, maka si wanita juga tidak boleh memakainya untuk membeli sesuatu kemudian menikmati berdua. Jika yang diberikan berupa perhiasan, suatu saat semisal mereka berdua ada dalam kesulitan makan atau mendapat uang, maka si wanita berhak menjual atau mengadaikan perhiasan tersebut dengan catatan si pria tidak boleh ikut menikmati hasilnya.

Hal ini berbeda dengan barang seserahan. Barang seserahan memang sepenuhnya dari si pria untuk wanita sebagai wujud bahwa dia sudah sanggup mencukupi kebutuhan si wanita. Tetapi barang seserahan ini boleh dinikmati bersama. Misalnya dalam hal peralatan mandi, kedua mempelai boleh saja memakai sabun, shampoo, atau apapun berdua.

Menurut saran saya yang juga dianjurkan oleh orang-orang super duper baik disekitar saya adalah mas kawin berupa uang. Kenapa? Lebih mudah dan lebih cepat habis atau bisa juga disimpan baik-baik. Tetapi ada baiknya jika mas kawin itu segera dipakai dan dihabiskan sendiri oleh si penerima. Setidaknya tidak ada tanggungan dosa yang ditanggung si pria.

Namun jika si pria ingin memberikan seperangkat alat sholat, ini bisa dimasukkan dalam seserahan. Meskipun kewajiban sebagai umat Islam sholat, tetapi ada baiknya untuk sama-sama menjaga. 😀

Advertisements

3 thoughts on “Mas Kawin VS Seserahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s