Terimakasih, Loenpia!

16 Juni 2013 memang sudah satu bulan lebih berlalu, tapi rasa haru rasanya masih membekas sekali.

Terimakasih LoenJak, LoenJog, Daeng Ipul, @efahmi, yang sudah berkenan untuk meluangkan waktu, tenaga demi menghadiri acara pernikahan saya dan angki.. Terimakasih tak terhingga untuk semua Loenpia Semarang yang akhirnya bisa ngumpul bareng..

Page1

 

 

Page2

 

 

Page3

 

 

Page4

 

Page5

Terimakasih kalian semua, mwah!

Mas Kawin VS Seserahan

Memilih mas kawin itu gampang-gampang susah. Banyak orang yang asal pilih yang standar saja, seperangkat alat sholat dan emas blablabla. Tetapi apakah semua orang tau apa maknanya?

Sebelum menikah kemarin, ada banyak saran dari orang-orang yang berbaik hati memberikan pendapat dan berbagi pengalaman dengan kami berdua. Barang-barang yang menjadi mas kawin dan seserahan itu ternyata punya makna sendiri, setidaknya menurut adat yang kami berdua anut. Continue reading

Persiapan Acara Nikah

Masih lanjutan postingan sebelumnya, bahasannya tentang pernikahan karena ada banyak hal yang saya pengen bagi meski sudah banyak yang tau ya.. Tapi beberapa teman yang hampir mau akan mendekati persiapan pernikahan ini sedikit “memaksa” saya untuk bercerita. 😀 Semoga berguna untuk yang mau menikah.

Penentuan Tanggal

Awalnya adalah penentuan tanggal, bulan, dan tahun pernikahan tentu saja. Ini bisa diambil secara musyawarah dua keluarga atau satu keluarga saja dengan catatan keluarga yang bersangkutan lainnya menyetujui. Menurut adat yang saya anut, menentukan tanggal pernikahan ini rada ribet, meski semua tanggal, bulan, dan tahun baik. Tapi ada beberapa persyaratan yang harus ditaati. Kedua calon penganten kudu tahu hari pasaran mereka berdua lahir, berikutnya adalah “hari naas” atau hari kematian bapak atau ibu (jika ada) yang sudah meninggal. Biasanya orangtua kita sudah mencatat baik-baik kapan kita lahir, termasuk jam. Kalau bingung, anak yang lahir di atas jam 15.00 atau sesudah ashar, maka dia dihitung masuk ke hari pasaran berikutnya. Ada juga yang mengatakan pergantian hari ini dimulai setelah maghrib. Jika sudah mengetahui tanggal-tanggal tadi, lebih mudah kalau punya kitab betaljemur adammakna (kitab primbon) untuk menghitung sendiri kapan tanggal baik untuk menikah. Sedangkan untuk bulan dan tahun, bisa sekehendak calon penganten atau keluarga karena ini tidak membutuhkan hitungan khusus. Continue reading

Buku Nikah Itu… Ergh!

Buku Nikah

Jadi begini…. Errrrrggghhhh!

Akhirnya terlewati juga masa-masa mengenaskan sebelum pernikahan. Oke, sewajarnya memang menikah pada intinya hanya ijab kabul, tapi kemudian pikiran-pikiran yang membuatnya jadi tidak semudah itu. Masih ada tuh postingan ribetnya blablabla saya sebelum menikah. Lalu kamu stres ngapain?

Oke itu bukan pertanyaan gampang untuk saya jawab. Mulai dari desakan invoice kantor yang berulang tahun serta seluruh blablablanya yang pada akhirnya membuat pengunduran diri saya jadi mundur terus sampai urusan KUA yang tak kunjung selesai. Mau dibahas satu-satu? Oke. Continue reading