Pilih Souvenir Apa?

Berbagai pernak pernik yang berkaitan dengan pernikahan itu terkesan seru dan rada membingungkan, ribet tapi seru. Perihal souvenir misalnya. Beberapa pasangan memilih untuk memadukan antara souvenir, undangan, dan memberikan tema pada pesta pernikahan yang akan diadakan. Tentu saja sedikit ribet untuk memadukannya.

Saya termasuk yang mengalami sedikit kesusahan itu. Bukan dalam memadukan, tetapi dalam hal mencari barangnya. Dari pikiran pertama yang terbersit adalah pembatas buku atau bookmark. Kenapa saya memilih bookmark? Karena saya suka membaca dan saat membaca saya paling sayang kalau halaman buku harus dilipat demi membatasi seberapa jauh halaman yang kita baca. Tentu saja lipatan buku tersebut akan merusak buku, padahal buku adalah aset. Dari pemikiran tersebut, maka saya tanya sana sini, browsing-browsing, dan mengunjungi beberapa toko souvenir. Ternyata tidak semua toko menyediakan pembatas buku ini. Beberapa toko online bahkan menolak dan mengatakan bahwa souvenir semacam itu sudah tidak tren lagi, jadi stock nya sudah tidak tersedia. Pemilihan pembatas buku pun harus melalui seleksi. Beberapa toko yang saya datangi di daerah Asemka menyediakan pembatas buku berbentuk wayang lengkap dengan tangkainya. Hati-hati, tangkainya wayang ini terbuat dari tusuk sate yang cenderung akan melukai halaman buku. Tentu saja ini bukan pilihan yang bagus.

Pilihan saya kemudian berganti ke luggage tag. Sudah pernah lihat pasti ya. Oke luggage tag adalah tanda pengenal yang biasa dipasang di koper atau tas. Ternyata barang ini pun juga sudah susah dicari. Duh! Saat putus asa melanda, akhirnya Pasar Jatinegara lah yang dituju. Nama bekennya Pasar Jatinegara, tapi nama aslinya Pasar Mester. Jangan bilang ke Pasar Mester ya kalau naik taxi, tidak semua sopir taxi tau letak Pasar Mester, katakan Pasar Jatinegara.

Kurang dari 1 jam berkeliling, akhirnya ketemu juga souvenir yang klop dengan undangan. Apa souvenir yang akhirnya saya pilih? Silakan datang sendiri ke acara saya.. :D. Oiya, kalau sudah menentukan satu barang jangan lupa untuk berkeliling dulu demi harga miring, karena harga yang dipatok tiap kios berbeda.

Pesan Moral: Mencari souvenir itu butuh kesabaran. Jangan ragu untuk bertanya pada teman-teman yang punya pengalaman. Jangan ragu untuk terjun ke pasar souvenir. Banyak browsing.

Happy hunting 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s